Apa Saja Vaksin Yang Harus Pet Parents Berikan Ke Kucing?

RSS
Apa Saja Vaksin Yang Harus Pet Parents Berikan Ke Kucing?

Pet parents pasti pernah mendengar istilah kalau kucing punya sembilan nyawa. Tapi sebenarnya itu cuma mitos lho. Ungkapan tersebut lebih merujuk pada betapa beruntungnya kucing, karena mereka sering terhindar dari berbagai bahaya. Pada kenyataannya, kucing termasuk hewan yang rentan jika kita tidak menjaganya dengan baik.

Usia kucing memang beragam. Namun hingga saat ini, usia tertua kucing diketahui berumur 31 tahun. Kucing tersebut bernama Rubble. Rubble jadi kucing terlama yang menemani pemiliknya sebelum wafat pada Juli 2020. Pet parents juga ingin dong ditemani kucing kesayangan selama itu, iya ‘kan?

Supaya pet parents bisa terus bersama petmu, pet parents harus menjaga kesehatan petmu dengan baik. Salah satu caranya ya dengan memberikan vaksin.

Manfaat vaksinasi kucing

Vaksinasi kucing adalah proses memasukkan bakteri atau virus yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh kucing. Nantinya virus atau bakteri ini akan merangsang tubuh agar membentuk antibodi, sehingga tubuh kucing bisa terhindar dari berbagai penyakit.

Seperti dilansir dari American Veterinary Medical Association dan berbagai sumber lainnya, ada beberapa manfaat yang jadi alasan mengapa kucing harus divaksin.

Memperkuat daya tahan tubuh kucing. Pada dasarnya kucing merupakan hewan yang mudah terkena penyakit. Meskipun petmu selalu dibiarkan di dalam rumah, bisa saja mereka terkena penyakit berbahaya. Kita tidak tahu dari mana virus dan bakteri bisa menyerang, karena keduanya bisa tumbuh di mana saja.

Oleh karena itu diperlukan vaksinasi yang bisa memperkuat antibodi di dalam tubuh kucing. Antibodi inilah yang kemudian membuat daya tahan tubuh kucing bisa bertahan melawan virus serta bakteri. Pet parents harus tahu mengenai banyaknya penyakit yang bisa menyerang kucing, di antaranya rabies, diabetes, dan leukimia. Jika tak ditanggapi serius, penyakit-penyakit itu bisa membahayakan nyawa petmu.

Mencegah penularan penyakit dari kucing ke manusia. Beberapa penyakit pada kucing bisa langsung menular pada manusia. Misalnya rabies yang bisa menular pada manusia lewat gigitan. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2018, di dunia ada 55 ribu orang penderita rabies meninggal setiap tahunnya. Penularan penyakit seperti ini bisa dihindari dengan pemberian vaksin pada petmu.

Menghemat pengeluaran. Bagi sebagian pet parents, mungkin biaya vaksin termasuk mahal. Tapi pengeluaran untuk vaksin terhitung lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pengobatan. Bayangkan jika petmu terkena penyakit serius akibat tidak divaksin. Tentu saja biaya yang mesti dikeluarkan pet parents akan jauh lebih besar.

Jenis-jenis vaksin kucing

Pemberian vaksin pada kucing tidak sembarangan loh. Ada sebuah organisasi yang bertugas meneliti dan mengawasi perkembangan vaksin kucing secara berkala. Organisasi tersebut bernama The Feline Vaccination Advisory yang terdiri dari ilmuwan kucing dan dokter hewan. Secara berkala mereka mengeluarkan panduan dan arahan terkait vaksinasi kucing.

Berdasarkan hasil penelitian mereka, dikeluarkanlah panduan terbaru mengenai pemberian vaksin kucing. Dari rangkumannya, kita bisa mengetahui bahwa pemberian vaksin kucing dibagi menjadi dua kelompok besar: vaksin inti dan vaksin non-inti.

Vaksin inti sangat direkomendasikan untuk petmu. Tidak peduli bagaimana kondisi dan tempat tinggal petmu, mereka sebaiknya mendapatkan vaksin jenis ini. Adapun vaksin non-inti hanya diberikan pada kucing yang sering keluar rumah atau bertemu hewan lainnya.

Secara detailnya, jenis-jenis vaksin yang sebaiknya diberikan untuk petmu yaitu:

1. Vaksin rabies

Sesuai namanya, vaksin ini diberikan supaya kucing terhindar dari penyakit rabies. Di dalam panduan terbaru The Feline Vaccination Advisory, vaksin ini sebetulnya tidak termasuk dalam vaksin inti. Hanya saja penggunaannya direkomendasikan di wilayah yang memang rentan terhadap penyakit rabies, termasuk di Indonesia ya pet parents. Beberapa negara bahkan mengeluarkan peraturan yang mewajibkan pemberian vaksin ini.

Menurut panduan American Association of Feline Practitioners, pemberian vaksin ini bisa dilakukan pada anak kucing maupun kucing dewasa, tentunya dengan dosis dan jangka waktu yang berbeda. Anak kucing boleh diberi vaksin ini jika usianya lebih dari 12 minggu. Pemberian vaksin rabies sebaiknya diulangi setiap tiga tahun sekali atau sesuai aturan di negara masing-masing.

2. Vaksin panleukopenia

Virus panleukopenia merupakan penyakit yang biasanya menyerang anak kucing. Virus ini bisa membunuh sel darah putih hingga membuat anak kucing rentan terhadap infeksi. Oleh karena itu pemberian vaksin ini harus dilakukan sedini mungkin. Jika petmu sudah berumur empat minggu, mereka bisa diberikan vaksin.

3. Vaksin calicivirus

Kucing berusia enam minggu sudah bisa mendapatkan vaksin ini. Vaksin feline calicivirus (FCV) diberikan untuk mencegah petmu terkena penyakit yang cukup serius. Kucing yang terkena FVC biasanya mengalami gangguan saluran pernapasan serta peradangan gigi dan gusi. Pada beberapa kasus malah bisa mengalami kerontokan rambut, hepatitis, bahkan kematian. Makanya vaksin ini tergolong dalam jenis vaksin inti, sangat penting untuk petmu.

4. Vaksin FHV-1

Pemberian vaksin FHV-1 diperlukan supaya petmu tidak mudah terserang herpesvirus. Herpervirusmerupakan virus yang bisa menyebabkan penyakit gangguan saluran pernapasan atas pada petmu. Gejalanya mungkin agak mirip dengan calicivirus. Hanya saja dalam beberapa kasus bisa menimbulkan bisul pada mulut petmu.

Vaksin inti ini juga perlu diberikan pada petmu sedini mungkin, saat usia mereka sekitar enam minggu.

5. Vaksin klamidia

Klamidia dikenal juga dengan nama chlamydophila. Jenis vaksin ini termasuk dalam vaksin non-inti. Pemberiannya direkomendasikan bagi kucing yang tinggal dengan beberapa hewan lainnya, seperti di rumah penampungan atau toko hewan. Disarankan pemberian vaksin ini dilakukan pada kucing di bawah usia 9 bulan, karena pada rentang usia segitu kucing rentan terkena penyakit chlamydiosis.

6. Vaksin leukemia

Vaksin feline leukemia virus(FeLV) memang termasuk vaksin non-inti. Tapi American Association of Feline Practitioners menyarankan sebaiknya semua anak kucing mendapatkan vaksin ini. Anak kucing sangat rentan terkena FeLV. Apalagi, virus ini menempal pada sel-sel tubuh kucing dan bisa menular melalui air liur ketika mereka saling menjilat.

FeLV sendiri merupakan virus yang tergabung dengan kelompok virus sejenis HIV. Hanya saja FeLV tidak bisa menular pada manusia. Kucing yang mengalami leukemia bisa mengalami penurunan imun tubuh dan mengalami infeksi.

7. Vaksin bordetella

Ketika membawa petmu grooming, pet parents mungkin sering ditanya apakah petmu sudah divaksin atau belum. Salah satu vaksin yang bermanfaat bagi kucing yang sering dibawa ke salon adalah vaksin bordetella.

Salon merupakan tempat di mana banyak hewan berkumpul. Kita tidak tahu bagaimana kondisi kesehatan setiap hewan yang datang. Mungkin di antaranya ada yang membawa virus. Nah, vaksin bordetella setidaknya bisa mencegah petmu menderita penyakit parah yang dapat ditularkan hewan lain.

Supaya bisa menjaga kesehatan petmu secara maksimal, sebaiknya pet parents melakukan konsultasi dengan dokter hewan sebelum melakukan vaksinasi. Karena meskipun mereka sudah cukup umur, terkadang ada beberapa kondisi yang menyebabkan petmu belum bisa divaksin.

Previous Post Next Post

  • PETKU GLOBAL INDONESIA